Minggu, 25 November 2012
Tanim; Tempat Persinggahan Kedua Imam Husein as
Imam Husein as keluar dari kota Mekah bersama keluarga dan sebagian sahabat hingga sampai ke tempat berhama Adna al-Hill.
Jarak dua farsakh dari kota Mekah terdapat daerah bernama Tanim yang mengarah ke kota Madinah.
Tempat ini disebut Tanim, karena di sisi kanannya terdapat kawasan bukit bernama Na'iim dan di sisi kirinya bukit bernama Naa'im. Tempat ini terletak di lembah Na'iiman.
Di Tanim, Imam Husein as menyewa sejumlah onta untuk keluarga dan sahabatnya. Onta-onta itu disewa dari rombongan warga Yaman.
Kepada rombongan Yaman, Imam Husein as berkata, "Siapa yang ingin mengikuti kami ke Irak, maka uang sewanya selama diperjalanan akan kami berikan dan kami menyambut dengan baik kesediaannya. Sementara siapa saja yang siap bersama kami di pertengahan jalan, maka uang sewa ontanya akan kami berikan sesuai dengan perjalanan yang dilakukan."
Setelah mendengar ucapan Imam Husein as, sebagian dari rombongan Yaman mengikuti rombongan Imam Husein as dan sebagian lainnya berpisah. (1)
Di tempat ini juga tiba surat dari Abdullah bin Jakfar yang dibawa oleh dua anaknya; ‘Aun dan Muhammad. Begitu juga surat dari Amr bin Said bin al-Ash yang dibawa oleh Yahya bin Said, Gubernur Mekah.
Imam Husein as menjawab kedua surat itu. (2) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)
Catatan:
1. al-Irsyad, 2/68)
2. Al-Imam Husein wa Ashabuh, 1/152 dan Tarikh al-Umam wa al-Muluk, 5/ 385)
Abtah; Tempat Persinggahan Pertama Imam Husein as
Abtah nama daerah berpasir sebagai tempat lewatnya banjir dari lembah Mekah.
Yazid bin Tsabit al-Bashri memiliki 10 anak laki-laki dan mengajak mereka untuk menolong Imam Husein as. Dari kesepuluh anaknya, dua orang bernama Abdullah dan Ubaidullah, bersama sejumlah pengikut dan pecinta Ahli Bait keluar dari kota Basrah dan bergabung dengan Imam Husein as di daerah Abtah.
Beberapa orang lain yang ikut bergabung dengan Imam Husein as di Abtah antara lain; Amir bin Muslim, Salim, budak Amir dan Saif serta beberapa orang lainnya. Mereka masih sempat bergabung dengan Imam Husein as, padahal semua jalan dan jalur yang mengarah ke Imam Husein as di Basrah telah dikontrol. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)
Rabu, 25 Juli 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

